Kamis, 30 Januari 2014

Dokter-dokter Radiolog yang Berjasa

Penggunaan perangkat radiologi untuk kepentingan dunia kedokteran telah berjalan sejak tahun 1898, oleh tentara Belanda dalam perang di Aceh dan Lombok. Pada awal abad XX pemeriksaan radiologi dipusatkan di rumah sakit militer dan rumah sakit pendidikan dokter di Jakarta dan Surabaya. Orang Indonesia yang mengaplikasikan pemeriksaan radiologi pada saat itu adalah dr. R.M. Notokworo, lulusan fakultas kedokteran di Universitas Leiden, Belanda (1912).
Beliau aktif bekerja di Semarang dan Surabaya. Di fakultas kedokteran & rumah sakit CBZ (Centraale Burgerlijk Ziekenhuis, sekarang RS Dr. Cipto Mangunkusumo) di Jakarta, pemeriksaan radiologik dilakukan dibawah pimpinan seorang spesialis radiologi asal Belanda, Prof. B.J. Van der Plaats.
Orang Indonesia pertama yang memperoleh brevet roentgenoloog adalah dr. Wilhelmus Zacharias Johannes, asisten Prof. Van der Plaats waktu itu (1939). Dr. Johannes adalah orang yang berjasa dalam mengembangkan radiologi Indonesia. Disamping keterlibatannya dalam bidang pendidikan kedokteran (termasuk sebagai guru besar radiologi yang pertama di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tahun 1946), beliau juga yang merintis berdirinya Sekolah Asisten Roentgen (sekarang bernama Akademi Penata Roentgen) dan juga perhimpunan dokter spesialis radiologi yang disebut Ikatan Ahli Radiologi Indonesia pada tahun 1952 (sekarang bernama Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Indonesia).
Dokter-dokter lain yang berjasa dalam pengembangan radiologi, terutama pada masa perang kemerdekaan, adalah dr. Suhirman, dr. Sjahriar Rasad dan dr. Sutjipto. Sesudah masa perang berlalu, muncul juga nama-nama seperti dr. G.A. Siwabessy, dr. Liem Tok Djien dan dr. Abdul Gafar yang aktif berkecimpung dalam bidang radiologi, baik pelayanan medis maupun pendidikan dokter.
Hingga saat ini telah berdiri 6 sentra pendidikan spesialis radiologi, yaitu di Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Solo, Malang, dan Makassar. Jumlah dokter spesialis radiologi Indonesia saat ini mencapai lebih dari 700 orang yang melayani lebih dari 220 juta penduduk Indonesia, jumlah yang sangat kurang terutama bila mempertimbangkan perkembangan ilmu dan teknologi yang sangat pesat belakangan ini.

* * Disusun oleh dr.Marcel Prasetyo, Sp.Rad, berdasarkan tulisan Prof.dr. Sjahriar Rasad, Sp.Rad yang dimuat dalam Buku Ajar Radiologi Diagnostik (Editor : dr. Iwan Ekajuda, Sp.Rad), Edisi II tahun 2005.
** Sjahriar Rasad adalah seorang ahli kesehatan Indonesia di bidang radiologi. Ia dikenal sebagai tokoh yang dianggap berjasa dalam pengembangan radiologi sejak masa perang kemerdekaan Indonesia bersama koleganya dr. Suhirman dan dr. Sutjipto.
Sjahriar Rasad yang pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Radiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 70-an itu pernah menempuh pendidikan di American College of Radiology dan merupakan alumni angkatan 1968.
Ia adalah putra dari Zainuddin Rasad, seorang pejuang dan pernah menjabat sebagai Menteri Pertanian dan Persediaan pada Kabinet Sjahrir II.

sumber :
http://www.radiologirscm.com/
http://id.wikipedia.org/

COMPUTER and RADIOLOGY

Bicara tentang radiologi, yaa pastinya tiidak terlepas dari teknologi yang berkembang saat ini.. yapss, teknologi tersebut adalah KOMPUTER. Di dunia radiologi juga menggunakan komputer loh untuk meningkatkan kualitas gambaran radiograf atau hasil rontgen sehingga mengefesienkan waktu dan meningkatkan hasil diagnosa. berikut ulasannya :)

a.    Pengertian Komputer 

     Pada hakikatnya komputer adalah sebuah alat hitung, seiring denganperkembangan zaman komputer berkembang menjadi sebuah barang yang dapat difungsikan untuk berbagai keperluan. Komputer merupakan alat pengendali pada sistem computed radiography dan berfungsi untuk melakukan proses scaning, rekonstruksi atau pengolahan data, menampilkan gambar(display image) serta menganalisa gambar. 

        Menurut James. A. O’brein (1984:10) komputer adalah sebuah peralatan yang mempunyai kemampuan untuk menerima data, menyimpan data dan menjalankan sebuah instruki program secara otomatis melakukan penghitungan logika dan operasi manipulasi pada data dan melaporkan hasilnya. 
     Salah satu jenis komputer yang paling populer dikenal dimasyarakat adalahpersonal computed (PC)Personal computed merupakan suatu komputer yang digunakan oleh satu orang yang berisi aplikasi-aplikasi yang dibutuhkan oleh pengguna tersebut (Michele, 1986). 
     Menurut george B.Grenfield, MD (1984:5) komputer digital biasanya diklasifikasikan berdasarkan atas ukuran dan kemampuan dalam menghitung. Salah satu parameter penting untuk menyatakan kekuatan komputer, yaitu kecepatan dalam operasi. Kecepatan bergantung pada banyak faktor seperti desain processor, jumlah kata, dan kecepatan perubahan gerbang dasar.Ukuran besar dalam komputer disebut BFLops per second (Billion floating point operations per second). Alat – alat pheriperal juga mempengaruhi kecepatan dari sebuah program, seperti waktu masuk disket (disk acces time) dan jalur kecepatan alat pencetak (printer). 
      Adapun komponen-komponen yang dapat ditemukan pada komputer adalah sebagai berikut 
1)   Perangkat Keras (Hardware) 
    Semua peralatan yang secara fisik terlihat dan dapat dijamah dalam suatu komputer. Secara garis besar hardware dapat dikelompokkan menjadi :  
     a) Alat Input (Input deviceyaitu bagian dari system komputer yg berfungsi untuk menerima input (masukan data), contohnya keyboard, pointing device, scanner, sensor 
    b) perangkat penyimpanan (Storage Device) Merupakan media untuk menyimpan data seperti disket, harddisk, CD-I, flash disk dll.  
    c) Alat Pemproses yaitu alat dimana instruksi-intruksi program diproses untuk mengolah data yang sudah dimasukkan lewat alat input dan hasilnya akan ditampilkan dalam alat ouput. Alat pemroses terdiri dari central processor atau CPU (central processor unit) dan main memory 
   d) Alat Output (Output deviceyaitu bagian dari system komputer yg berfungsi sebagai penerima hasil pengolahan data dan mengeluarkannya sehingga menghasilkan output. 

2)   Perangkat / Piranti Lunak (Software), 
   Software merupakan program-program komputer yang berguna untuk menjalankan suatu pekerjaan sesuai dengan yang dikehendaki. Program tersebut ditulis dengan bahasa khusus yang dimengerti oleh komputer. Software terdiri dari beberapa jenis, yaitu: 
    a) Paket Aplikasi (package software) seperti GL, MYOB, Payroll dll. Merupakan program yang khusus melakukan suatu pekerjaan tertentu, seperti program gaji pada suatu perusahaan. Maka program ini hanya digunakan oleh bagian keuangan saja tidak dapat digunakan oleh departemen yang lain. Biasanya program aplikasi ini dibuat oleh seorang programmer komputer sesuai dengan permintaan / kebutuhan seseorang / lembaga/ perusahaan guna keperluan interennya. 
  b)  Sistem operasi (operating system) adalah software yang berfungsi untuk mengaktifkan seluruh perangkat yang terpasang pada komputer sehingga masing-masingnya dapat saling berkomunikasi. Tanpa ada sistem operasi maka komputer tak dapat difungsikan sama sekali.misalnyaDOS, UNIX, Windows, Linux,dll. 
c)   Program Utility,seperti Norton UtilityScandisk, PC Tools, dll. Program utilityberfungsi untuk membantu atau mengisikekurangan/kelemahan dari system operasi, misalnya PC Tools dapat melakukan perintah format sebagaimana DOS, tapi PC Tools mampu memberikan keterangan dan animasi yang bagus dalam proses pemformatan. File yang telah dihapus oleh DOS tidak dapat dikembalikan lagi tapi dengan program bantu hal ini dapat dilakukan. Bahasa program (program language), yang dipakai oleh para pembuat program (programmer) untuk membuat daftar instruksi yang harus dilaksanakan oleh komputer. Contoh bahasa program adalah Basic, Cobol, Fortran, Pascal, Assembler, dll. 

3)   Manusia-nya (Brainware) 
    Brainware merupakan manusia atau orang-orang yang bekerja didalam mengoperasikan serta mengatur sistem komputer, mereka diantaranya adalah : 
     a) System Analyst yang bertugas mempelajari, menganalisa, merancang dan membentuk suatu sistem / prosedur pengolahan data secara elektronik berdasarkan aplikasi yang dipesan oleh pemakai jasa komputer.  
   b) Programmer yang bertugas di dalam data processing programming berdasarkan program  spesialisasi. 
   c) Operator yang bertugas mempersiapkan komputer utk memproses suatu program mulai dari menghidupkan komputer, menjalankan komputer (mengoperasikan program-program komputer / aplikasi komputer). 

B. Pengertian Computer Radiografer

   Computed radiography adalah satu sistem atau proses untuk mengubah sistem analog pada konvensional radiografi menjadi digital radiografi, dengan menggunakan photostimulable untuk mengakuisisi data dan menampilkan parameter dari gambaran yang akan dimanipulasi oleh komputer (Balliger, 1999:370) 
     Computed radiography masih memerlukan x-ray unit seperti halnya radiografi konvensional sebagai sumber radiasi untuk mengekspose pasien.

C. Komponen Computed Radiography 
     Adapun komponen dari computed radiography yaitu: 
    1)   Imaging plate (IP) 
       Imaging plate adalah plat film yang mempunyai kemampuan menyimpan energi sinar-x, dan energi tersebut dapat di bebaskan atau dikeluarkan melalui proses scanning dngan menggunakan laser. Imaging plate biasa digunakan dengan ditempatkan dalam cassette imaging plate. Ukuran imaging plate yang paling banyak digunakan adalah 18x24, 24x30, 35x35, dan 35x43 cm. ukuran 30x40 cm tidak ada lagi karena ukuran tersebut akan digunakan 35x43 cm.imaging plate merupakan media pencatat gambaran sinar x pada computed radiography, yang terbuat dari bahan photostimulablephosphor tinggi, BaFX (X=halogen). 
         Pada penggunaan radiografi konvensional digunakan penggabungan antara film radiogrfi dan screen, akan tetapi pada computed radiographymenggunakan imaging plate. Walaupun imaging plate terlihat sama denganscreen konvensional tetapi fungsinya sangatlah jauh berbeda dengan imaging plate, karena pada imaging plate berfungsi untuk mencatat gambar sinar-x kedalam foto stimulable phosphor dan menyampaikan informasi gambar itu kedalam bentuk elektrik.

Struktur dari imaging plate adalah : 
a)    Protective layer : berukuran tipis & transparent berfungsi untuk melindungi IP. 
b)   Phosphor layer : mengandung barium fluorohalide dalam bahan pengikatnya. 
c)    Reflective layer : terdiri dari partikel yang dapat memantulkan cahaya. 
d)   Conductive layer : terdiri dari Kristal konduktif. Yang berfungsi untuk mengurangi masalah yang disebabkan oleh electrostatic. Selain itu ia juga mempunyai kemampuan untuk menyerap cahaya dan dengan demikian hal tersebut dapat meningkatkan ketajaman gambaran. 
e) Support layer : mempunyai stuktur dan fungsi yang sama seperti yang ada pada intensifying screen. 
f) Backing layer : lapisan soft polimer untuk melindungi imaging plate selama proses pembacaan di dalam image reader. 
g)Bar code label : digunakan untuk memberikan nomor seri dan untuk mengidentifikasi imaging plate tertentu yang kemudian dapat dihubungkan dengan data pasien.

   2)   Cassette 
         Cassette pada computed radiography  bagian depan (front side) terbuat dari carbon fiber dan bagian belakang terbuat dari aliminium.
 3)   Image reader 
     Berfungsi sebagai pembaca, pengolah gambar yang diperoleh dari imaging plate yang dijalankan dengan menggunakan laser scanner. Dilengkapi dengan preview monitor untuk melihat apakah pemotretan yang dilakukan tidak terpotong atau obyeknya bergerak. Pada kasus ini pemotretan harus diulang. Namun apabila gambar kurang baik karena faktor eksposi pemotretan tidak perlu diulang pemotretan tersebut, karena gambaran dapat diperbaiki dengan image console. Semakin besar kapasitas memori dari image reader semakin cepat waktu yang diperlukan untuk memproses imaging plate, karena semakin besar memori dari suatu perangkat komputer maka semakin besar daya simpan dari perangkat tersebut. Semakin besar memori dari image reader akan menghasilkan daya perputaran dari perangkat memori yang besar. Selain itu,imaging reader juga mempunyai beberapa peranan penting dalam proses pembacaan, pengolahan gambar, sistem transportasi imaging plate serta proses penghapusan data gambar dari permukaan imaging plate.
  
4)   Image console 
     Berfungsi untuk mengolah gambar, berupa komputer dengan software khusus untuk medical imaging. Gambar dapat diolah tampilannya sehingga memudahkan memperoleh gambar yang lebih baik. 
   Pada image console juga dilengkapi dengan menu yang lebih dari 200 macam pilihan gambar yang sesuai dengan bagian anatomi yang akan difoto pada anatomi tertentu. Karena computed radiography merupakan bentuk digital, bermacam-macam jenis processing gambar dapat digunakan untuk menambah dan juga mempertinggi kualitas gambar. 

5)   Imager (printer)
      Apabila foto dikehendaki untuk dicetak maka gambar dapat dikirim kebagianimager untuk dicetak sesuai yang diinginkan karena imager itu sendiri mempunyai fungsi sebagai pencetak gambaran. Pada proses pencetakan ini tidak memerlukan kamar gelap lagi karena dapat dicetak langsung didalam dry imager tanpa harus di kamar gelap, dan juga tidak memerlukan lagi cairan seperti fixer dan developer sehingga tempat kerja biasa lebih bersih.
  
c.    Prinsip kerja computed radiography 
     1)   Imaging plate yang terletak didalam kaset, dilakukan eksposi dengan menggunakan peralatan pembangkit sinar-x. Pada saat sinar-x menembus objek, akan terjadi attenuasi (perlemahan) akibat dari kerapatan objek karena berkas sinar-x yang melalui objek tersebut. Kemudian membentuk bayangan laten. 
     2)   IP cassete kemudian dimasukkan kedalam image reader. Di dalamimage reader, bayangan laten yang disimpan pada permukaan phosphor,dibaca dan dikeluarkan menggunakan cahaya infra merah untuk menstimulus phosphor, sehingga mengakibatkan energi yang tersimpan berubah menjadi cahaya tampak. 
    3)   Cahaya yang dikeluarkan dari permukaan plate, akan ditangkap oleh sebuah pengumpul cahaya dan diteruskan ke tabung photomultiplier yang mengubah energi cahaya tersebut menjadi sinyal listrik analog. 
   4)   Selanjutnya sinyal analog ini diubah menjadi sinyal digital oleh rangkaiananalog to digital converter (ADC) dan diproses dalam komputer.
   5)   Setelah proses pembacaan selesai, data gambar pada imaging platedapat dihapus dengan cara imaging plate dikenai cahaya yang kuat. Hal ini membuat imaging plate dapat dipergunakan kembali. 
  6)   Setelah gambaran tampil dilayar monitor, gambaran tersebut dapat dilakukan rekontruksi atau dimanipulasi pada image console sehingga mendapatkan gambaran yang diinginkan.

Apabila gambaran sudah baik, maka terdapat dua pilihan, apakah gambaran akan dicetak dengan film atau disimpan didalam file khusus. Jika ingin dicetak, maka gambaran akan dicetek menggunakan lasser.        

 d.    Persamaan Radiografi Konvensional dan Computed Radiography
1)   Menggunakan x-ray dalam pencitraan gambar
2)   Masih memilih Kvp dan mAs yang standar
3)   Menggunakan kaset atau gambar reseptor
     4)   Terdapat bayangan laten yang dapat diolah menjadi bayangan nyata
e.    Kelebihan dan Kekurangan Computed Radiography
Adapun kelebihan dan kekurangan pada computed radiography,antara lain:
1)   Kelebihan
a)    Biaya operasional lebih rendah daripada konvensional
b)     Foto bisa diprint lebih kecil
c)     Tidak menggunakan bahan kimia, tetapi menggunakan sebuah komputer.
d)     Brightness gambar dapat diatur sesuai keinginan.
e)     Gambar dapat disimpan dalam bentuk cetak film, hard disk, compact disk.
2)   Kekurangan
a)     Membutuhkan energi listrik yang banyak.
b)  Sumber Daya Manusia yang masih kurang berkompeten dalam menangani      computed radiography.

sumber : 
Bushong, Steward C. 2001. Radiologic Science for Technologists, Physics, Biology and Protection. Saint Louis : Mosby.
http://www.babehedi.com/2012/02/v-behaviorurldefaultvmlo_281.html
http://catatanradiograf.blogspot.com/2011/06/dasar-computed-radiography.html
Sabtu, 25 Januari 2014

APLIKASI KOMPUTER PADA PENCITRAAN DIGITAL



Dalam kehidupan kita sekarang ini peran computer sangatlah penting. Hampir dalam semua sisi kehidupan kita tidak terlepas dari computer. Dalam dunia pendidikan, kesehatan, keamanan, perdagangan dan bidang-bidang lainnya semuanya mengandalkan kemampuan computer. Dengan computer akan memperlancar pekerjaan-pekarjaan kita, memperpendek waktu pencapaian pekerjaan, akan muncul inovasi-inovasi baru, juga dengan bantuan computer akan menekan biaya produksi. Dalam dunia kesehatan disamping memperlancar pekerjaan, yang tidak kalah pentingnya adalah meningkatkan keakurasian dalam menegakkan diagnose.

Radiologi sebagai salah satu elemen penegak diagnose, didalam menjalankan fungsinya tidak terlepas dari peran computer. Banyak peralatan radiologi dibuat denganbasic computer seperti Pesawat Rontgen dengan pengaturan parameter expose digital, USG, CT-Scann dan MRI. Dengan teknologi computer ini peralatan radiologi perkembang dengan cepat. Bahkan karena cepatnya perkembangan peralatan radiologi yang berbasic computer, kita yang ada di negeri ini sulit untuk mengikuti perkembangan itu, peralatan radiologi yang sampai ke kita dianggap oleh orang-orang barat sebagai teknologi yang sudah ketinggalan zaman.
Salah satu kelebihan computer di bidang radiologi adalah kemampuan mengolah gambar/citra digital. Sehingga gambar yang akan kita cetak dalam film bisa disesuaikan dengan keinginan kita tanpa adanya pengambilan gambar ulang. Dengan pengaturan pengaturan skala keabuan, kecerahan dan lain-lain. Gambar yang tadinya kurang informative menjadi informative untuk menegakkan diagnose. Gambar yang tadinya over expose atau under expose sehingga kurang informative bisa diolah menjadi gambar yang informative. Mengapa gambar/citra digital bisa kita ubah-ubah sesuai dengan keinginan kita. Untuk bisa memahami hal ini kita harus mengetahui dasar-dasar dari citra digital. Adapun dasar-dasar citra digital adalah :
A.      Pengertian Citra
citra (image) adalah gambar pada bidang dwimatra (dua dimensi). Pada dasarnya citra yang dilihat terdiri atas berkas-berkas cahaya yang dipantulkan oleh benda-benda disekitarnya, jadi secara alamiah fungsi intensitas cahaya merupakan fungsi sumber cahaya yang menerangi obyek, serta jumlah cahaya yang dipantulkan oleh obyek. Sumber cahaya menerangi objek, objek memantulkan kembali sebagian dari berkas cahaya tersebut. Pantulan cahaya iniditangkap oleh oleh alat-alat optik, misalnya mata pada manusia, kamera,pemindai (scanner), dan sebagainya, sehingga bayangan objek yang disebut citratersebut terekam.

Citra sebagai keluaran dari suatu sistem perekaman data dapat bersifat :
1.       Optik berupa foto,
2.       Analog berupa sinyal video seperti gambar pada monitor televisi,
3.       Digital yang dapat langsung disimpan pada suatu pita magnetic

Citra digital dapat didefinisikan sebagai fungsi dua variabel, f(x,y), dimana xdan adalah koordinat spasial dan nilai f(x,y) adalah intensitas citra pada koordinat tersebut



Pixel




Beberapa penulis menjelaskan piksel sebagai sel gambar . Contoh di atas menunjukkan sebuah gambar dengan porsi yang sangat diperbesar, di mana individu piksel diterjemahkan sebagai kotak kecil. pixel adalah unit terkecil dari gambar yang dapat dikendalikan. Setiap piksel memiliki alamat sendiri. Alamat dari sebuah pixel yang sesuai dengan koordinat. Pixel biasanya disusun dalam pola dua dimensi, dan sering direpresentasikan menggunakan titik atau kotak. Intensitas dari masing-masing pixel adalah variabel. Dalam sistem gambar berwarna, warna biasanya diwakili oleh tiga atau empat intensitas komponen seperti merah, hijau dan biru atau cyan, magenta, kuning dan hitam.

Dasar warna
RGB adalah suatu model warna yang terdiri dari merah, hijau, dan biru, digabungkan dalam membentuk suatu susunan warna yang luas. Setiap warna dasar, misalnya merah, dapat diberi rentang-nilai. Untuk monitor komputer, nilai rentangnya paling kecil = 0 dan paling besar = 255. Pilihan skala 256 ini didasarkan pada cara mengungkap 8 digit bilangan biner yang digunakan oleh mesin komputer. Dengan cara ini, akan diperoleh warna campuran sebanyak 256 x 256 x 256 = 1677726 jenis warna. Sebuah jenis warna, dapat dibayangkan sebagai sebuah vektor di ruang 3 dimensi yang biasanya dipakai dalam matematika, koordinatnya dinyatakan dalam bentuk tiga bilangan, yaitu komponen-x, komponen-y dan komponen-z. Misalkan sebuah vektor dituliskan sebagai r = (x,y,z). Untuk warna, komponen-komponen tersebut digantikan oleh komponen R(ed), G(reen), B(lue). Jadi, sebuah jenis warna dapat dituliskan sebagai berikut: warna = RGB(30, 75, 255). Putih = RGB (255,255,255), sedangkan untuk hitam= RGB(0,0,0).


Citra Gray
Graysacale adalah warna-warna piksel yang berada dalam rentang gradasi warna hitam dan putih




referensi : http://hardy-cakrawala.blogspot.com/2011/01/komputer-radiologi.html
Sabtu, 18 Januari 2014

Konvensional to Modern


Perkembangan ilmu kesehatan dewasa ini semakin maju, termasuk perkembangan ilmu dibidang radiologi. Radiologi merupakan salah satu penunjang yang dibutuhkan dalam bidang kesehatan untuk dapat menambah keakuratan dalam membaca hasil diagnosa sehingga diagosa akan lebih mudah ditegakan.
Perkembangan dunia IT (Information Technology) berimbas pada perkembangan berbagai macam aspek kehidupan manusia. Salah satu aspek yang terkena efek perkembangan dunia IT adalah kesehatan. Dewasa ini dunia kesehatan modern telah memanfaatkan perkembangan teknologi untuk meningkatkan efisiensi serta efektivitas di dunia kesehatan. Salah satu contoh pengaplikasian dunia IT di dunia kesehatan adalah penggunaan alat-alat kedokteran yang mempergunakan aplikasi komputer, salah satunya adalah CT-Scan (Computerised Tomography Scaner)
Pengertian CT - Scan
·         Tomography (CT) adalah sinar-x dengan menggunakan teknik tomografi dimana berkas sinar-x menembus bagian tubuh pasien dari berbagai arah (Marthis Prokap and Michael Galanski, 2003 Chapter 1, P : 2)
·         CT ( Computed Tomography ) merupakan alat diagnostik sinar-x dengan metode tomografi transversal yang akan menghasilkan gambaran irisan melintang dengan hasil tampilan dalam skala algorithma (Grey Scale) (J.Alexander)
Computed Tomography (CT Scan) telah berkembang menjadi sebuah metode pencitraan medis yang sangat diperlukan dalam pemeriksaan radiodiagnostik sehari-hari. Perkembangan CT Scan dimulai pada awal tahun 1970-an dimana pada 1972, Sir Godfrey Newbold Hounsfield dan Ambrose, di London, Inggris berhasil menghasilkan sebuah gambaran klinis pertama CT Scan Kepala. Sejak itulah peralatan Computed Tomography yang merupakan perpaduan peralatan pencitraan sinar X dengan komputer pengolah data sehingga dapat menampilkan potongan melintang (tranversal/axial) bagian tubuh manusia berkembang dengan sangat cepat dan menjadi teknologi imaging yang sangat mengagumkan.
Inovasi dalam perkembangan teknologi CT Scan berkembang bersamaan dengan perkembangan teknologi komputer. Tehnik pemeriksaan CT Scan menjadi sebuah pemeriksaan radiodiagnostik yang bersifat non invasive yang mampu menampilkan gambar bagian dalam tubuh manusia yang tidak terpengaruh oleh super posisi dari struktur anatomi yang berbeda. Hal ini dimungkinkan karena pada teknik pencitraan ini di dapat dari seluruh informasi obyek yang diproyeksikan pada bidang dua dimensi dengan menggunakan teknik algoritma rekontruksi gambar dan diolah dengan bantuan computer. Sehingga dapat diperoleh sebuah gambaran 2 dimensi tanpa kehilangan informasi 3 dimensinya. Tak pelak, tehnik pemeriksaan CT scan pun berkembang menjadi sebuah pemeriksaan radiodiagnostik yang menunjang semua bidang klinik, Neurology (Sistem Syaraf), Oncology, Cardiology dan Vascular (pembuluh darah) serta kasusAcuteCare(Emergency).
Perkembangan ini menjadikan tehnik pemeriksaan CT scan menjadi sebuah kebutuhan pokok untuk dapat dikuasai oleh tenaga radiographer dan dokter ahli radiology.

Perkembangan Teknologi CT Scan
Arah perkembangan teknologi CT Scan pada saat ini lebih diutamakan pada peningkatan kecepatan pencitraan dengan adanya multi detector, peningkatan resolusi gambar, dan pengurangan dosis radiasi yang diterima oleh pasien. Beberapa Vendor berlomba untuk dapat membuat sebuah pesawat CT Scan yang memenuhi ketiga tujuan diatas tadi. Sedangkan pada bidang aplikasinya lebih dipengaruhi oleh teknologi pengolahan citra digital yaitu teknologi software (Komputer) baik dari gambaran 2 dimensi maupun gambaran 3 dimensi. Salah satu perkembangan dari Ct-Scan yaitu MSCT (Multi Slice Computed Tomography).



 MSCT Scan merupakan alat diagnosis radiologi dengan menggunakan komputer untuk mendetek
si suatu gangguan atau kelainan suatu organ tubuh secara detail. MSCT Scan 64 Slices adalah alat diagnostik radiologis canggih yang menggunakan sinar X melalui teknik tomografi dan komputerisasi yang modern. Sinar X menembus tubuh manusia untuk menggambarkan organ dalam tubuh dalam bentuk potongan penampang tipis horizontal.
Sinar tersebut menembus tubuh lalu direkam detektor dalam bentuk data-data digital. Operator yang berada di ruang komputer akan mengolah data tersebut untuk menjadi potongan- potongan organ tubuh.
Pemeriksaan MSCT Scan sangat baik untuk pencitraan pembuluh darah seluruh tubuh, terutama pembuluh darah jantung koroner. Karena itu, ini merupakan alat canggih untuk mendeteksi dini penyakit jantung, stroke, dan kanker. Bahkan di masa depan, kemungkinan besar MSCT Scan semakin digunakan oleh para dokter dan pasien untuk “membongkar” sumber penyakit secara akurat.
Keunggulan MSCT Scan dibanding radiografi konvensional adalah pada daya serap jaringan tubuh sewaktu sinar X menembusnya, sehingga memungkinkan membedakan kepadatan dan spesifikasi berbagai jaringan tubuh.
Alat ini bukan hanya untuk melakukan pemeriksaan rutin seperti pemeriksaan kepala, dada, perut, dan leher, tetapi bisa pula untuk memeriksa pembuluh darah berupa CT Angiography dan rekonstruksi gambaran tiga dimensi (3-D).
MSCT dapat memberikan gambaran circulus wilisi, pembuluh darah koroner, carotis, aorta, dan cabang- cabangnya serta arteri perifer. MSCT juga bisa digunakan untuk melakukan pemeriksaan CT virtual colonoscopy dan mampu melakukan pemeriksaan CT perfusi yang berfungsi sebagai deteksi stroke.
Gambar-gambar beresolusi tinggi ini memberikan gambaran akurat akan adanya kelainan pada pembuluh darahnya. Dengan deteksi dini, pasien dapat segera ditangani dengan benar, sehingga dapat mengurangi resiko kecacatan maupun kematian. Inilah manfaat besar dari MSCT Scan.

Referensi :